humor cabul

Ketika menyelipkan kata-kata yang bermakna ganda, double entrende, atau ambigu dalam pembicaraan sehari-hari sudah menjadi kebiasaan yang sukar dihilangkan. Entah karena kehabisan bahan obrolan atau sekedar caper atau ingin dianggap asikToh, yang penting tidak perlu sampai sebut “merk” “barang” yang bersangkutan. Saya kurang suka dengan style humor cabul semacam itu, yang main asal sebut nama “barang” yang tidak perlu saya tuliskan disini. kesannya tidak intelek, norak, barbar, dan kurang kreatif. Lah, memang humor cabul “softcore” semacam itu bisa dibilang intelek? Oh jelas bisa. Setidaknya dibutukan keahlian khusus untuk memancing lawan bicara agar seolah-olah dia yang memulai pembicaraan mesum atau melontarkan pertanyaan pancingan yang secara tidak sadar atau refleks, bisa membuat lawan bicara kita berkata mesum. Keahlian murahan semacam ini lebih mudah untuk dikuasai oleh orang-orang berotak cabul dan kurang kerjaan. Tidak perlu khawatir kalau nantinya tidak akan mampu menguasai keahlian ini, karena  “otak cabul” dan “kurang kerjaan” itu bisa dikondisikan.

Advertisements