Diskusi impian

Ingin rasanya meyeret dan mengumpulkan diri-diri saya dari berbagai masa untuk saya ajak ngobrol, mulai dari hal-hal remeh sampai, kalau perlu, worldview. Peserta yang ikut, tentu saja saya sendiri, berasal dari waktu yang berbeda, mulai dari¬† balita, jaman sd, smp, sma, awal kuliah. Jangan sampai lupa “saya” yang dimasa depan juga ikut diajak. Mungkin “saya” yang sudah berumur, katakan, 60an tahun, kalau masih ada, seharusnya sudah bijak. seharusnya sudah banyak pengalaman. seharusnya bisa menjadi penegah pada diskusi kami. atau jangan-jangan dia cuma bisa diam dan mengeleng-geleng kepala, mengelus dada, melihat kelakuan kami, cara kami berdiskusi. Sepertinya juga terlalu optimis kalau memandang diri saya di umur segitu bisa sebijak itu. Terlalu mengawang-awang, membayangkan masa depan juga tidak baik. tidak jelas.¬† semoga saja saya, diumur segitu, belum gila.

Advertisements